Battery Saver bawaan produsen apa yang dilakukan DontkillmyApp


Software | 24 January 2020

Ketika smartphone dikembangkan dengan fitur hemat power. Produsen mulai mengelola sistem manajemen baterai langsung dari default OS Android.

Dengan battery saving dari OS produsen, produsen ingin penguna smartphone menikmati daya tahan baterai lebih lama.

Khususnya ketika baterai mendekati habis, bisa 15%, atau 10%. Agar masih memberi kesempatan ke penguna melakukan panggilan telepon.

Ternyata tidak semanis apa yang ditawarkan baik. Karena smartphone modern lebih banyak terhubung ke internet, termasuk jaringan kecepatan tinggi seperti 4G LTE.
Ada kompensasi yang harus ditiadakan ketika baterai smartphone mencapai titik kritis alias hampir habis.

Smartphone memang bermasalah dengan kapasitas baterai, karena sumber power dari baterai yang terbatas.

Ketika sistem smartphone dikembangkan, Google melakukan terobosan mulai di Android 6 Marsmallow.
Ketika penguna membiarkan smartphone dan tidak terhubung, sistem akan masuk ke sleep mode.

Dalam Doze mode, sistem akan menghemat baterai dengan membatasi aplikasi ke jaringan internet dan akses CPU.
Secara berkala sistem Doze mode akan melepas aplikasi untuk sinkronisasi dalam waktu singkat dan mengunci kembali.
Ketika smartphone digunakan, aplikasi dan koneksi kembali bekerja normal.

Google memberikan fitur sistem hemat baterai Doze mode, dirancang untuk penghematan power tanpa banyak mengorbankan aplikasi syang masih berjalan.



Seperti sistem Android One, OS tersebut memang dirancang sendiri oleh Google tanpa campur tangan produsen.
Smartphone dapat lebih hemat baterai tanpa menganggu aplikasi yang ada. Walau ada saja produsen yang ingin mengutak atik OS Android dengan caranya sendiri.


Mode hemat baterai menghentikan aplikasi berjalan

Ada cerita lain dari OS produsen dalam fitur menghemat baterai. Karena mereka merancang tambahan pada sistem Android dan mengabaikan fitur Doze Mode.

Produsen smartphone tidak mau membuat OS seperti Android Google sepenuhnya, dan mereka membuat sistem battery saving sendiri. Agar smartphone mereka terlihat lebih canggih dengan baterai lebih kuat.

Menjadi pertanyaan, seperti apa rancangan sistem pengematan baterai. Lebih baik atau ada yang dikorbankan pada aplikasi smartphone.
Apa yang dipangkas sampai baterai smartphone lebih hemat dari Power Saving di OS smartphone.

Bagaimana ciri ciri OS Android buatan pabrikan yang menganggu.

Ketika anda mengunakan smartphone, kadang aplikasi tidak bekerja dengan baik. Khususnya ketika baterai sudah mendekati low.
Kita merasa ada yang salah atau tidak meraskan perbedaan, karena aplikasi berjalan normal selama baterai masih cukup.
Tapi mulai kehilangan aplikasi yang tidak bekerja semestinya bila kapasitas baterai sudah turun.

Tentu kita bertanya, jangan jangan ini bug dari aplikasi yang di install.
Dan menanyakan ke pembuat app, tetapi disana dijawab semuanya baik baik saja. Penguna lain juga tidak menyatakan ada masalah dengan model smartphone yang sama. Tentu membuang waktu anda untuk mencari masalah tersebut.

Beberapa produsen seperti Nokia, Xiaomi, Oneplus, Samsung sampai Huawei merancang sistem battery saver sendiri. Dan satu tim peneliti menemukan dan menyebut fitur Dumphone.

Dumpphone adalah smartphone menjadi tidak berguna atau tidak berguna seperti biasabta.
Hanya bekerja di fitur utama, mungkin untuk beberapa aplikasi, serta untuk telepon saja.
Aplikasi yang terhubung ke internet atau aplikasi otomatisasi mendadak tidak bekerja semestinya

 Aplikasi yang tidak biasa digunakan oleh orang lain tapi bisa saja penting bagi anda malah tidak bekerja dengan baik.

Yang paling berpengaruh adalah aplikasi yang bekerja 24 jam atau aplikasi untuk monitoring.
Dari jam alarm, pelacak kesehatan, aplikasi otomatisasi, atau aplikasi yang memerlukan pekerjaan tertentu dan sementara tidak selalu aktif di ponsel anda.



Apa yang dilakukan oleh OS smartphone.

Tujuan utama untuk menghemat baterai, tentu tujuan tersebut baik.

Jadi aplikasi dibuat tidak bekerja karena dianggap tidak diperlukan. Beberapa penguna hanya mengaktifkan sekali atau dua kali sehari, tentu aplikasi tersebut tidak terlalu penting.

Masalahnya ada aplikasi yang penting bagi anda juga di gergaji, alias dihentikan kinerjanya.
Walau aplikasi tersebut bukan aplikasi background, melakukan aplikasi Foreground, yang harus terus bekerja untuk anda.

Contoh mode Samsung battery saver, harus di set manual oleh penguna agar aplikasi tidak dihentikan dari sistem OS.

Battery Saver Samsung menghentikan aplikasi Foreground

Beberapa masalah yang muncul.
Aplikasi Foreground dihentikan secara default bila user tidak dapat mengkonfigurasi sendiri atau hal lain.
Bila aplikasi yang dihentikan, membuat user tidak mendapatkan data yang benar.
User akhirnya mengetahui, dan dapat memasukan daftar aplikasi untuk tidak dihentikan karena diperlukan pemilik smartphone.

Beberapa aplikasi yang terkena dampak Battery Saver sebagai contoh.

ACR Automatic Call Recording
Aplikasi untuk merekam pembicaraan telepon.

Push Notification
Seperti aplikasi Kayako dapat ditutup tiba tiba.

Slack
Aplikasi untuk disain email di beberapa smartphone dianggap tidak penting dan di tendang keluar.

Davdroid
Tidak dapat sinkronisasi atau tidak otomatis.

Nine Sync
Aplikasi sinkronisasi juga terkend dampak sistem penghematan baterai.

VLC player
Pernah masuk daftar hitam di smartphone Huawei.

Dan aplikasi lain yang umumnya "tidak" digunakan secara umum.

Bila anda membutuhkan aplikasi tetap aktif dapat dicoba diatur di OS Android, tergantung versi Android yang digunakan.



Setting untuk OS Android 5 atau lebih rendah.
Settings > Developer options.

Setting di Android 6 atau versi lebih tinggi
Phone settings > Battery & power saving > Battery usage > Ignore optimizations > Turn on to ignore battery optimization for your app.

Setting di Android 7
Butuh teknik khusus, silakan melihat keterangan di web.

Setting di Android 8
Phone settings > Apps & Notifications > Your app > Background restrictions or Background limits are not enabled for the app.

Fitur OS battery saver smartphone yang menekan applikasi dari produsen
1. Huawei kecuali Nexus 6P. TaskKiller tersebut adalah aplikasi PowerGenie akan di Kill oleh OS bawaah Huawei bila tidak masuk di Whitelist.
2. Samsung (khususnya setelah update Android P). Adaptive battery dan Put apps to sleep.
3. Oneplus
4. Xiaomi kecuali smartphone terinstall Android One
5.Meizu
6. Asus
7. Wiko - Dapat di masukan di daftar Whitelist Eco Mode
8. Lenovo
9. Oppo - masih memiliki fitur baik. Masukan di App List di ColorOS Safecenter
10.Nokia termasuk OS Android One dimasukan fitur Battery Saver Nokia sendiri Evenwell dan DuraSpeed
11. Sony  - Hindari pengunaan Stamina mode, atau jam alarm anda juga di kill.

Produsen lain tidak menempatkan fitur battery saver terlalu berlebihan seperti
- HTC
- AOSP (Pixel, Nexus)
- Dan vendor lain

Apa yang anda lakukan dengan battery saver buatan OS produsen

Sekali lagi tentang artikel ini, selama smartphone yang anda gunakan baik baik saja. Tidak perlu mengutak utik apapun. Karena produsen menyediakan penghemat baterai dengan baik bagi daya tahan baterai.

Dan sebagian penguna terbantu dengan sistem penghematan baterai, dan smartphone dapat digunakan lebih lama dengan menghentikan aplikasi dari sistem OS yang berjalan.

"Kecuali" aplikasi di smartphone terlihat menganggu, aplikasi yang dibutuhkan memiliki masalah ketika mendekati LowBat

Dapat mencoba dengan merubah setting fitur penghemat baterai dari bawaan OS Produsen.
Mungkin masalahnya ada dibagian battery saver milik OS Smartphone anda sendiri.

Bila aplikasi Android mendadak seperti tidak bekerja normal, tidak mencatat data yang anda perlukan pada kasus tertentu. Boleh diperiksa bagian sistem battery saver dari smartphone anda. Siapa tahu masalahnya ada disana.

+ dontkillmyapp.com


Berita terkait
Aplikasi Battery Charge Limit dapat menurunkan arus charger yang masuk ke smartphone secara otomatis. Arus pengisian dapat diturunkan sampai 500mAh walau mengunakan adaptor Fast Charger. Tujuannya agar baterai smartphone lebih awet, dan kita disiplin merawat perangkat smartphone.

Hotspot Control aplikasi Android, memiliki fitur mengaktifkan Portable Hotspot di smartphone. Lebih praktis untuk berbagi akses internet dari smartphone ke notebook atau smartphone lain. Cocok untuk mereka yang ingin berbagi akses internet, nebeng internet selama di perjalanan.



2 Aplikasi untuk tranfer file untuk smartphone ke smartphone. Tanpa melewati WIFI Router atau Hotspot. Files LLC aplikasi untuk tranfer file offline. Dan ShareMe XIaomi lebih sederhana, untuk mengirim file antar smartphone langsung. Selesai Send, otomatis file di tranfer darai smartphone ke smartphone lain. Mendukung OS Android 4.4 , smartphone Android lawas bisa jalan

Aplikasi Android untuk memonitor koneksi internet, pemakaian bandwidth internet, durasi aplikasi bekerja, aplikasi background yang diam diam mengunakan koneksi internet, aktivitas aplikasi.Network Connections bermanfaat untuk mengetahui bila ada aplikasi yang tidak tidak terlihat tapi bekerja dan mengakses data internet dari smartphone.

Android Popcorn Time seperti software TV dan film yang dapat di tonton di smartphone. Tampilan seperti mendownload film, tapi aplikasi ini juga mengupload file yang telah kita download. Aplikasi ini sebenarnya layanan streaming bajakan setingkat Torrent.

Memperbaiki pesan Fix Connection Problem or Invalid MMI Code. Karena sinyal pada smartphone salah jaringan atau signal yang lemah. Menyebabkan tidak dapat mengirim permintaan ke *123#. Untuk memperbaiki erro  Fix Connection Problem or Invalid MMI Code Fix pada smartphone Android dapat diperbaiki sendiri.

Setting Android 4G LTE , 3G atau 2G. Dapat mempercepat internet di smartphone dengan 4G LTE bila berada di area 4G.Fitur. Fitur lain mematikan layanan sinyal radio smartphone Android bila tidak terpakai.




No popular articles found.
< /body>